Ketua Prodi SPIP Politeknik Agraria STPN Mengikuti Pelatihan Digital Smart City, 3D Digital Twin, dan 3D Cadastre di Korea

Ketua Prodi SPIP Politeknik Agraria STPN Mengikuti Pelatihan Digital Smart City, 3D Digital Twin, dan 3D Cadastre di Korea
15 Jul 2026
Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan
Bagikan:

 

Seoul, Republik Korea. Dr. Kusmiarto, S.T., M.Sc., Ketua Program Studi Sarjana Terapan Survei, Pemetaan, dan Informasi Pertanahan (SPIP) Politeknik Agraria STPN, mengikuti program pelatihan Digital Smart City, 3D Digital Twin, dan 3D Cadastre di Republik Korea. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang pertanahan untuk mendukung transformasi digital dalam layanan survei, pemetaan, informasi pertanahan, serta pengembangan kadaster tiga dimensi di Indonesia.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Korea Land and Geospatial InformatiX Corporation (LX) dalam kerangka proyek "Pilot Project for Establishing a Digital Twin-based 3D Cadastre for the Realization of a Digital Smart City in Indonesia". Program berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026 di Republik Korea. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta Indonesia dalam bidang sistem kadaster 3D, pengelolaan real estat, perencanaan perkotaan, dan administrasi pertanahan.

Keikutsertaan Dr. Kusmiarto memiliki nilai strategis bagi pengembangan Program Studi SPIP. Sebagai akademisi dan tenaga pengajar, ia berperan dalam mendorong alih pengetahuan, pengembangan kurikulum dan riset, serta penyusunan rekomendasi ilmiah terkait penerapan kadaster 3D dan kota cerdas di Indonesia.

Politeknik Agraria STPN terus mengarahkan Program Studi SPIP agar adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kelembagaan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang. Teknologi kadaster 3D, kembaran digital, kota cerdas, integrasi data spasial, pemodelan 3D, dan pengelolaan informasi pertanahan menjadi bagian penting dalam pembaruan kompetensi lulusan.

Melalui pelatihan ini, Dr. Kusmiarto memperoleh pengetahuan langsung mengenai pengalaman Republik Korea dalam membangun sistem pertanahan modern. Materi pelatihan mencakup sistem informasi pertanahan, pengembangan kadaster tiga dimensi, akuisisi dan pemodelan data 2D dan 3D, platform kembaran digital, serta tata kelola data geospasial untuk mendukung pembangunan kota cerdas. Pengetahuan tersebut relevan untuk memperkuat arah kurikulum, riset terapan, pengembangan laboratorium, serta jejaring akademik dan kelembagaan Program Studi SPIP.

Kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari sejumlah unit strategis, yaitu Direktorat Survei dan Pemetaan Kadastral; Direktorat Survei dan Pemetaan Dasar; Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Ruang; Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta; Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat; serta Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Banten.

 

 

Pada acara penutupan, Dr. Kusmiarto mendapat kesempatan menyampaikan pidato penutupan mewakili para peserta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada LX dan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT). Ia juga menekankan pentingnya kerja sama Indonesia dan Republik Korea untuk memperkuat transformasi digital pertanahan, khususnya melalui pengembangan data pertanahan yang lebih akurat, layanan yang lebih cepat, sistem yang lebih terintegrasi, serta kesiapan menuju penerapan kadaster tiga dimensi.

Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi Politeknik Agraria STPN. Program Studi SPIP berperan menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai survei dan pemetaan konvensional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan administrasi pertanahan digital. Lulusan perlu memahami data spasial, pemodelan tiga dimensi, sistem informasi pertanahan, integrasi data, analisis geospasial, serta tata kelola ruang yang semakin kompleks.

 

 

Pengalaman internasional ini diharapkan memperkuat kontribusi Program Studi SPIP dalam mendukung kebutuhan Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Kementerian ATR/BPN. Penguatan kurikulum, riset, dan pembelajaran berbasis teknologi menjadi langkah penting agar pendidikan vokasi pertanahan di Politeknik Agraria STPN tetap selaras dengan arah transformasi digital pertanahan nasional.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Politeknik Agraria STPN untuk membangun sumber daya manusia pertanahan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi survei dan pemetaan, sistem informasi pertanahan, serta kadaster tiga dimensi.