Politeknik Agraria STPN melalui UPA Laboratorium bekerja sama dengan Academy of Spatial & BIM (ASBIM) menyelenggarakan Workshop Pengolahan Scan to 3D Model for 3D Cadastral 2026 pada 1–2 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Politeknik Agraria STPN dan diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari Kantor Pertanahan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta dosen, instruktur, dan taruna tingkat III. ASBIM merupakan pusat pelatihan yang berfokus pada pengembangan keahlian praktis dengan menghubungkan teknologi terbaru di bidang survei pemetaan, geospasial, dan Building Information Modeling (BIM).
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, serta arahan dari Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Dirjen SPPR) Kementerian ATR/BPN, Virgo Eresta Jaya yang hadir secara daring. Dalam arahannya, Dirjen SPPR menekankan pentingnya pengembangan teknologi pemetaan dan pemodelan tiga dimensi sebagai bagian dari pengembangan sistem pertanahan ke depan, termasuk untuk mendukung sistem pendaftaran tanah yang semakin lengkap.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan data untuk menghasilkan model tiga dimensi. Pada tahap sebelumnya, peserta melakukan akuisisi data menggunakan perangkat SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang menghasilkan point cloud. Data tersebut kemudian diolah dan dimodelkan menggunakan perangkat lunak Revit untuk menghasilkan model bangunan dalam bentuk tiga dimensi. Dengan demikian, materi workshop tidak hanya berfokus pada penggunaan perangkat lunak, tetapi mencakup rangkaian proses mulai dari akuisisi data, pengolahan point cloud, hingga pemodelan 3D.
Pengembangan model tiga dimensi juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan data spasial yang tidak hanya terbatas pada dua dimensi. Dalam sambutan penutup, Kepala UPA Laboratorium Politeknik Agraria STPN, Eko Budi Wahyono, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi pemodelan 3D ke depan juga dapat didukung dengan penggunaan perangkat lunak sederhana serta teknologi kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. Pengembangan tersebut akan dilanjutkan melalui pelatihan untuk meningkatkan pemahaman peserta, khususnya dalam penerapan model 3D di bidang tata ruang.
Salah satu peserta, Risang Pamungkas dari Kantor Pertanahan Kabupaten Demak, menyampaikan bahwa workshop memberikan pengetahuan yang bermanfaat dan relevan dengan perkembangan bidang agraria. Ia juga menyoroti manfaat pemodelan tiga dimensi dalam mendukung kepastian hukum terkait rumah satuan susun serta melihat dukungan program Kementerian terhadap pengembangan pemodelan tiga dimensi di berbagai daerah sebagai langkah positif.
“Ilmu yang diperoleh sangat berguna, terutama untuk perkembangan agraria dan kepastian hukum terkait rumah satuan susun. Program Kementerian dalam mendukung pemodelan tiga dimensi di masing-masing kota maupun kabupaten juga sangat positif untuk perkembangan ke depan,” ujar Risang.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh taruna Politeknik Agraria STPN, Husain Ardhian Sadewo. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus pembelajaran yang berharga, terutama karena materi tersebut menjadi hal yang baru bagi Politeknik Agraria STPN dalam mendukung terwujudnya Kadaster 3 Dimensi di Indonesia.
Melalui workshop ini, Politeknik Agraria STPN terus membuka ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi di bidang survei dan pemetaan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan data spasial dan sistem pertanahan di masa mendatang.