UI GreenMetric merupakan pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI) sejak 2010. Pemeringkatan ini mengukur upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan keberlanjutan melalui survei daring mengenai kebijakan dan program keberlanjutan kampus. Mulai 2026, pemeringkatan yang sebelumnya dikenal sebagai UI GreenMetric World University Rankings berganti nama menjadi UI GreenMetric Sustainable University Rankings. Tema tahun ini adalah "Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance". Penilaiannya berpijak pada tiga kerangka utama, yaitu lingkungan, ekonomi, dan kesetaraan. Pemeringkatan ini bertujuan mendorong perubahan sosial menuju tujuan keberlanjutan, menjadi alat evaluasi diri bagi perguruan tinggi, dan menyampaikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat tentang program keberlanjutan di kampus. Pada edisi pertamanya, UI GreenMetric diikuti 95 perguruan tinggi dari 35 negara. Pada 2025, jumlah pesertanya 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara dan 2026 jumlah pesertanya tumbuh menjadi 2.016 perguruan tinggi.
Politeknik Agraria STPN mulai berpartisipasi dalam UI GreenMetric pada tahun 2025. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Politeknik Agraria STPN untuk turut serta dalam gerakan kampus hijau dan berkelanjutan. Komitmen tersebut sejalan dengan bidang keilmuan pertanahan dan tata ruang yang erat kaitannya dengan pengelolaan lingkungan.
Sebagai peserta, Politeknik Agraria STPN menyampaikan data dan bukti pendukung atas kebijakan serta kinerja keberlanjutan kampus. Data tersebut dinilai melalui tujuh kategori dengan bobot yang berbeda:
-
Penataan dan Infrastruktur, menilai rasio ruang terbuka, luas vegetasi, fasilitas bagi penyandang disabilitas, serta fasilitas keamanan dan kesehatan kampus.
-
Energi dan Perubahan Iklim, mencakup penggunaan peralatan hemat energi, energi terbarukan, elemen bangunan hijau, dan program pengurangan emisi gas rumah kaca.
-
Pengelolaan Sampah, meliputi program 3R (reduce, reuse, recycle), pengurangan penggunaan kertas dan plastik, serta pengolahan sampah organik, anorganik, dan limbah beracun.
-
Pengelolaan Air, menilai area resapan air, program konservasi dan daur ulang air, serta pengendalian pencemaran air.
-
Transportasi, menilai upaya mengurangi kendaraan pribadi, ketersediaan kendaraan nol emisi dan layanan antar-jemput, serta jalur pejalan kaki.
-
Pendidikan dan Penelitian, menilai muatan keberlanjutan dalam mata kuliah, penelitian, publikasi, kegiatan kemahasiswaan, dan pengabdian masyarakat.
-
Tata Kelola dan Digitalisasi, merupakan kategori baru di tahun 2026. Kategori ini menilai anggaran keberlanjutan, laman dan laporan keberlanjutan, unit pengelola keberlanjutan, pemanfaatan teknologi digital, sistem anti korupsi dan integritas, sistem pengaduan, serta kode etik bagi seluruh sivitas akademika.
Pada tahun 2026, hasil penilaian menunjukkan capaian yang menggembirakan. Total skor Politeknik Agraria STPN dari ketujuh kategori naik signifikan dari 372,5 menjadi 2.850. Kenaikan ini mendorong peringkat nasional Politeknik Agraria STPN naik dari posisi 196 menjadi 180 di Indonesia. Di tingkat internasional, peringkat Politeknik Agraria STPN bergeser dari posisi 1.744 menjadi 1.751. Pergeseran ini terjadi karena jumlah peserta bertambah secara signifikan, dari 1.745 perguruan tinggi pada 2025 menjadi 2.016 perguruan tinggi pada 2026. Meski demikian, lonjakan skor ini menunjukkan kemajuan nyata upaya Politeknik Agraria STPN dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Capaian ini sekaligus menjadi pijakan untuk terus berbenah pada tahun-tahun berikutnya.