Yogyakarta – Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan Yudisium Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa (30/06/2026).
Rangkaian acara diawali dengan laporan yudisium yang disampaikan oleh Saeful Zafar, S.H., M.M. selaku Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan. Dalam laporannya disampaikan bahwa Yudisium Tahun Akademik 2025/2026 kali ini diikuti oleh 60 taruna, yang terdiri atas 19 taruna tugas belajar dan 41 taruna jalur umum.
Dari hasil yudisium, sebanyak 44 taruna atau 73,3 persen berhasil meraih predikat kelulusan Dengan Pujian, sedangkan 16 taruna atau 26,7 persen memperoleh predikat Sangat Memuaskan. Capaian tersebut menunjukkan kualitas akademik lulusan Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan yang terus terjaga.
Pada aspek prestasi akademik, indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Ni Luh Putu Ananda Pertiwi, taruna tugas belajar asal Provinsi Lampung, dengan IPK 3,90; kemudian rata-rata IPK peserta yudisium kali ini mencapai 3,63.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan, Sudibyanung, S.SiT., M.Si. membacakan Surat Keputusan Direktur Politeknik Agraria STPN tentang Yudisium Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan Tahun Akademik 2025/2026 sebagai penetapan resmi kelulusan peserta yudisium.
Plt Direktur Politeknik Agraria STPN, Dr. Sri Yanti Achmad, A.Ptnh., S.H., M.Kn. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Ia menegaskan bahwa ijazah bukan sekadar dokumen akademik, tetapi menjadi pengakuan atas kompetensi yang dimiliki lulusan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.