Yogyakarta – Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan diskusi bertema “Transformasi PTKL: Akselerasi SDM Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global Menuju Indonesia Emas 2045” pada Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan penjajakan kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi kedinasan (PTKL) dalam merespons perkembangan kebutuhan pendidikan dan dunia kerja.
Diskusi dihadiri oleh perwakilan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang, Sekolah Tinggi Multi Media (STMM), Politeknik ATK Yogyakarta, Politeknik Kesehatan Yogyakarta, dan Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, serta menghadirkan Prof. Setyabudi Indartono, Ph.D., Kepala LLDIKTI V DIY Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagai narasumber.
Dalam diskusi, dibahas berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, hingga relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi turut menjadi perhatian dalam upaya memastikan pendidikan tinggi tetap adaptif terhadap dinamika yang terus berkembang.
Pengembangan kurikulum menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Kurikulum perlu terus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan kompetensi serta arah perubahan di dunia kerja. Dalam konteks pendidikan vokasi, keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan.
Selain kurikulum, diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas institusi melalui penguatan proses pembelajaran, akreditasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Perguruan tinggi juga didorong untuk terus mengembangkan penelitian yang relevan serta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
Perwakilan PTKL turut menyampaikan berbagai pengalaman dan tantangan dalam pengembangan program pendidikan di institusinya masing-masing. Pembahasan mencakup pengembangan program studi, pemenuhan kebutuhan tenaga terampil pada bidang tertentu, serta upaya membangun keterhubungan yang lebih kuat antara pendidikan dan kebutuhan sektor terkait.
Melalui diskusi tersebut, masing-masing institusi dapat saling bertukar pandangan mengenai arah pengembangan pendidikan tinggi sekaligus membuka ruang untuk membangun kolaborasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat peran PTKL dalam menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan mampu menghadapi kebutuhan di tingkat nasional maupun global.