Bedah Buku Politeknik Agraria STPN Bahas Masa Depan Agraria dan Tata Ruang Indonesia

Bedah Buku Politeknik Agraria STPN Bahas Masa Depan Agraria dan Tata Ruang Indonesia
03 Sep 2026
Admin STPN
Bagikan:

 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju peresmian Politeknik Agraria STPN, digelar kegiatan Bedah Buku “Membaca Masa Depan Agraria dan Tata Ruang Indonesia: dari Tradisi, Mediasi Digital, Sertipikat Elektronik, hingga Kadaster 3D” pada Kamis, 3 September 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Studio Perencanaan 101 Politeknik Agraria STPN tersebut diikuti oleh sivitas akademika, khususnya dosen dan taruna, baik secara luring maupun melalui Zoom. Kegiatan diawali dengan sambutan Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad.

Rangkaian bedah buku kemudian berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dimoderatori oleh Muh. Arif Suhattanto, Manajer Penelitian Teknis Strategis PPPM, dengan menghadirkan penulis Yuli Mardiyono dan Koeswidarbo, serta dua pembedah buku. Buku Misi Pendaftaran Tanah Sertipikat Elektronik Surat Tanda Bukti Hak yang Kuat Menjadi Presisi Mutlak (Sistem Publikasi Positif) Landasan Kedaulatan Rakyat karya Koeswidarbo dibedah oleh I Gusti Nyoman Guntur, sedangkan buku Merintis Kadaster 3D di Indonesia: Integrasi Hukum, Administrasi, Teknis, dan Sosial Jilid I dan Jilid II karya Yuli Mardiyono, Oloan Sitorus, dan Taufiq Ihsanudin dibedah oleh Kusmiarto.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dipandu oleh Wahyuni, Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah. Sesi ini menghadirkan dua penulis, yaitu Aristiono Nugroho dan Binar Arco Gumilar, serta dua pembedah. Buku Professor Han: From Pucung with Sociology karya Aristiono Nugroho dibedah oleh Wulan Pujiriyani, sementara buku Efektivitas Mediasi Elektronik dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan karya Binar Arco Gumilar dibedah oleh Yohanes Supama. Binar merupakan salah satu wisudawan tahun ini, sementara para penulis dan pembedah lainnya merupakan dosen aktif di lingkungan Politeknik Agraria STPN.

Kelima karya yang dibahas menawarkan perspektif yang beragam dalam membaca perkembangan agraria Indonesia, mulai dari pendekatan sosiologis, pemanfaatan teknologi dalam mediasi sengketa dan pendaftaran tanah, hingga pengembangan kadaster 3D yang memadukan aspek hukum, administrasi, teknis, sosial, dan kebijakan.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Agraria STPN menghadirkan ruang akademik untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan perkembangan keilmuan agraria sebagai bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik serta menjawab tantangan pengelolaan agraria dan tata ruang Indonesia di masa depan.