YOGYAKARTA – Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Internal (P4MI) STPN sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan pada Rabu, 10 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu akademik dan memetakan langkah strategis STPN ke depan.
Kepala P4MI, M. Nazir Salim, S.S., M.A., dan Pembantu Ketua I, Dr. Bambang Suyudi, S.T., M.T., menegaskan bahwa penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) kini menjadi syarat mutlak. Hal ini sejalan dengan target STPN untuk meraih akreditasi unggul, mengingat masa akreditasi program studi akan segera berakhir pada Maret 2026.
Diskusi tersebut menghasilkan beberapa poin evaluasi dan solusi utama:
- Optimalisasi Pengisian EDOM: Mengatasi rendahnya partisipasi mahasiswa, Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) diusulkan menjadi syarat wajib sebelum pengisian KRS atau sebagai syarat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS).
- Kualitas dan Penugasan Dosen: P4MI mendorong penataan kembali penugasan mengajar agar linier dengan rekam jejak pendidikan dosen, serta memacu dosen Asisten Ahli untuk segera naik jabatan menjadi Lektor.
- Praktik Lapangan (KKNP-PTLP) & Skripsi: Mahasiswa kerap kurang mendapat pengalaman menyeluruh di kantor pertanahan. Oleh karena itu, Dosen Pembimbing diwajibkan lebih aktif mendampingi taruna. Untuk menekan angka keterlambatan skripsi, penyusunan proposal akan diwajibkan sejak Semester VII.
- Pembaruan Infrastruktur: Muncul usulan untuk memperbarui ruang kelas agar lebih adaptif dan bergaya modern (instagramable), serta urgensi peningkatan kapasitas server untuk aplikasi SIA dan EDOM.
Melalui komitmen perbaikan terpadu ini, P4MI berharap STPN dapat terus adaptif meningkatkan kualitas pembelajaran dan siap menghadapi tantangan akreditasi mendatang.