Badan Sandi dan Siber Negara dan Politeknik Agraria STPN Perkuat Keamanan Informasi untuk Dukung Tata Kelola Pertanahan Digital

Badan Sandi dan Siber Negara dan Politeknik Agraria STPN Perkuat Keamanan Informasi untuk Dukung Tata Kelola Pertanahan Digital
11 Mar 2026
Data, Informasi dan Pengembangan Perangkat Digital
Bagikan:

Yogyakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjalin kerja sama dengan unit penunjang akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Politeknik Agraria STPN dalam upaya memperkuat pemahaman dan implementasi keamanan informasi. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi digital di sektor pertanahan yang semakin kompleks dan berbasis data.

Kegiatan kuliah umum dengan tema “Keamanan Informasi sebagai Pilar Utama Good Land Governance di Era Digital” yang berlangsung di Pendopo Sasana Widya Bhumi pada Kamis (27/11/2025) ini dihadiri oleh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat, Direktur Politeknik Agraria STPN, serta para Taruna tingkat IV Prodi DIV Pertanahan. Kuliah umum ini bertujuan untuk memperluas pemahaman sivitas akademika mengenai kebijakan, standar, dan praktik terbaik keamanan siber pada instansi pemerintah, khususnya terkait pengelolaan data pertanahan.

Direktur Politeknik Agraria STPN, Dr. Sri Yanti Achmad, A.Ptnh., S.H., M.Kn dalam sambutannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah menempatkan data sebagai aset strategis sehingga taruna harus mengembangkan kesadaran dan kompetensi di bidang keamanan informasi yang merupakan bagian integral dari kompetensi di bidang pertanahan.

“Data dan informasi tidak lagi sekadar dokumen administrasi, melainkan telah bertransformasi menjadi aset digital strategis yang menopang kemajuan bangsa,” ujar Sri Yanti dalam sambutannya.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat,  Marsekal Pertama TNI Chairul Akbar Hutasuhut, S.H., M.SD, sebagai narasumber kuliah umum membeberkan kondisi ancaman siber nasional yang terus meningkat. Ia juga menyoroti tingginya risiko phishing, malware, dan kebocoran data di sektor pendidikan. Menurutnya, keamanan siber harus menjadi fondasi utama dalam layanan elektronik pertanahan yang menerapkan prinsip Confidentiality, Integrity, dan Availability. Dirinya juga mengajak para taruna untuk menjadi bagian dari upaya nasional menjaga ruang digital, meningkatkan literasi digital, melindungi identitas pribadi, serta menerapkan kebiasaan keamanan siber dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda adalah perisai keamanan dan ketahanan siber nasional. Keamanan informasi merupakan tanggung jawab kolektif untuk mewujudkan pelayanan pertanahan yang aman, transparan, dan berkeadilan.” ungkap Marsekal Pertama TNI Chairul Akbar Hutasuhut, S.H., M.SD.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan sistem pengelolaan data pertanahan yang lebih aman, andal, dan terpercaya. Dengan demikian, transformasi digital di sektor pertanahan dapat berjalan optimal serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan tata kelola pertanahan digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga tangguh terhadap ancaman siber.