Pelepasan Taruna KKNP-PTLP STPN 2026: Penguatan Data Pertanahan Tematik

Pelepasan Taruna KKNP-PTLP STPN 2026: Penguatan Data Pertanahan Tematik
09 Apr 2026
Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan
Bagikan:

YOGYAKARTA – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, secara resmi melepas 619 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pertanahan – Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) Tahun Akademik 2025/2026. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Pendopo Sasana Widya Bhumi STPN, Senin (09/02/2026).

Dalam laporannya, Ketua STPN menyampaikan bahwa KKNP PTLP tahun ini diikuti oleh 619 taruna program Diploma IV semester VI dengan penempatan: DIY (285 peserta), Jawa Tengah (304 peserta), serta Aceh dan Sumatera Utara (30 peserta). Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan kali ini bersifat tematik sesuai kebutuhan daerah, seperti inventarisasi tanah SG/PAG di DIY dan restorasi arsip pasca bencana di Aceh.

Kakanwil BPN DIY, Sepyo Achanto dalam sambutannya menekankan peran strategis taruna dalam memperkuat administrasi pertanahan di wilayah DIY. Beliau menegaskan bahwa kehadiran taruna KKNP-PTLP sangat krusial untuk mendukung sinergi antara Kementerian ATR/BPN dengan Pemerintah Daerah dan pihak Kawedanan. ?

"Fokus utama kita di DIY adalah terpetakannya seluruh bidang tanah secara akurat. Melalui kolaborasi ini, kita targetkan percepatan penatausahaan dan sertifikasi aset, baik itu Sultan Ground (SG), Paku Alaman Ground (PAG), aset Pemerintah Daerah, maupun tanah milik masyarakat," jelas Sepyo Achanto.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dalam sambutannya menekankan pentingnya karakter dan etika. Beliau mengingatkan bahwa mengelola tanah adalah laku memuliakan kehidupan. 

"Bekerjalah dengan hati, junjung tinggi kejujuran, dan jaga etika. Hadirlah sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pelaksana tugas." pesan Sri Sultan.

Mewakili Menteri ATR/BPN, Wamen Ossy menekankan bahwa KKNP-PTLP merupakan instrumen vital dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanahan yang tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga matang di lapangan. Beliau menyatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan membentuk profesionalisme dan tanggung jawab taruna sebagai calon aparatur negara.

?"Pertanahan bukan hanya soal aturan dan prosedur, tetapi menyangkut manusia, ruang hidup, dan dinamika sosial. Kalian sedang belajar sekaligus diberikan kepercayaan oleh negara untuk menjaga fundamental pertanahan kita," tegas Wamen Ossy di hadapan para taruna.

?Lebih lanjut, beliau menitipkan tiga pesan kunci sebagai pedoman selama bertugas:
?Semangat Belajar di Lapangan: Menjadikan setiap interaksi sosial sebagai pelajaran yang tidak ditemukan di dalam ruang kelas.
?Integritas dan Etika: Menjaga karakter dan cara bersikap, karena hal tersebut akan membentuk integritas mereka di masa depan.
Dampak Jangka Panjang: Memahami bahwa data yang diperbaharui atau diproses oleh taruna saat ini akan menjadi pondasi penting bagi sistem pertanahan nasional di masa mendatang.

?Acara ditutup dengan prosesi pemberangkatan armada bus yang membawa para taruna menuju lokasi tugas masing-masing di wilayah Jawa Tengah dan DIY. sementara taruna yang bertugas di wilayah Aceh-Sumut akan diberangkatkan esok hari.